Protein Mikroba dalam Paket Hewan: Apa Artinya untuk Pilihan Makanan Kucing dan Anjing
Protein mikroba yang dihasilkan lewat fermentasi sedang diteliti sebagai bahan pangan alternatif untuk kucing dan anjing, dan hewan peliharaan ternyata cukup menyukainya.
Seperti manusia, kucing dan anjing butuh asupan asam amino yang seimbang agar tetap sehat. Selama ini protein hewani dari ikan dan unggas jadi sumber utama dalam makanan peliharaan, tapi kekhawatiran soal ketersediaan jangka panjang dan dampak lingkungan mendorong minat pada alternatif seperti protein yang dihasilkan oleh jamur, ragi, dan bakteri melalui proses fermentasi.
Apa itu protein mikroba
Protein mikroba adalah protein yang dihasilkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan ragi dalam proses produksi terkendali. Perusahaan E bernama MicroHarbar memproduksi bahan protein melalui fermentasi ini dengan makanan hewan peliharaan sebagai pasar pertamanya. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa makanan hewan yang mengandung protein mikroba bisa bergizi dan diproduksi dengan cara yang ramah lingkungan.
Apakah kucing dan anjing mau memakannya
Selain bergizi, makanan alternatif ini baru bisa dibilang berhasil kalau hewan peliharaan mau memakannya. Ally Motta de Matos dan A.L.B. Cruz dari MicroHarvest menguji penerimaan ini dengan meminta pemilik hewan memberikan dua mangkuk makanan sekaligus selama empat kali makan dalam dua hari. Satu mangkuk berisi pelet dengan protein hewani standar, dan satu lagi berisi pelet yang sebagian protein hewan diganti dengan protein mikroba. Penelitian ini melibatkan 30 anjing dan 30 kucing, dan semua makanan disajikan di rumah mereka masing-masing.
Hasilnya, kedua jenis hewan mengonsumsi pelet dengan protein mikroba lebih banyak daripada pelet standar. Anjing memakan sekitar 72% pelet protein mikroba dibandingkan 50% pelet standar, dan kucing memakan 51% pelet protein mikroba dibandingkan 34% pelet standar. Kucing dan anjing juga lebih sering mendekati dan memakan pelet protein mikroba lebih dulu.
Masih perlu penelitian jangka panjang
Temuan ini menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, kucing dan anjing dalam penelitian ini lebih menyukai pelet dengan protein mikroba, meskipun protein mikroba menggantikan tepung ikan dan sebagian tepung unggas dalam formulasi. Motta de Matos dan Cruz mencatat bahwa penerimaan oleh hewan adalah pertimbangan penting saat mengevaluasi bahan baru untuk makanan peliharaan, karena menunjukkan kualitas gizi saja tidak cukup kalau pada akhirnya makanannya juga perlu jadi sesuatu yang dipilih oleh kucing dan anjing. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memahami penerimaan jangka panjang dan dampak kesehatan dari protein mikroba dalam makanan hewan peliharaan.
Saat memilih makanan untuk kucing atau anjingmu, kamu bisa mulai memperhatikan bahan sumber protein di kemasan dan bertanya kepada dokter hewan apakah pilihan tersebut cocok untuk kebutuhan hewanmu.
